Pengalaman Bertemu Pak Budi Rahardjo

budi-rahardjo

Pak Budi Rahardjo, beliau merupakan salah satu sosok yang saya kagumi. Pertama kali bertemu beliau pada saat mengikuti mata kuliahnya, Information Security, di ITB. Beliau ini selain aktivitasnya mengajar juga seorang blogger, pengusaha, pembicara, futsal player dan juga pemusik. Hoho, bejibun aktivitasnya. Apa yang membuat saya kagum dengan beliau? Saya salut dengan cara beliau mengajar, santai, asik, penuh dengan cerita dan dibawa dengan enjoy sekali. It is very different with other lecturers that I have seen before.

Beliau pernah berkata bahwa mengajar merupakan salah satu hal yang disenanginya dan bukan merupakan sumber utama penghasilan beliau (penghasilan utamanya datang dari perusahaan securitynya dan pembicara). Makanya beliau tidak mengejar posisi akademik semacam dekan atau rektor. Itulah yang membuat segala opini dan pendapat yang dikeluarkan oleh beliau kepada pihak ITB selalu objektif dan memihak kepentingan banyak orang. Kemampuan dan keahliannya di bidang security pun juga termasuk tinggi. Pengalaman beliau termasuk segudang di bidang keamanan komputer. Tidak diragukan lagi.

Dulu saya ingat sekali tugas pertama yang diberikan oleh beliau di mata kuliahnya adalah mencari nomor telepon Dian Sastro. Haha. Tugas yang cukup unik. Maksudnya adalah untuk membuktikan bahwa security semacam ini pun bisa kita tembus. Entah apakah ada mahasiswa/i yang berhasil memperolehnya. Jikalau Anda nanti berkuliah di ITB, saya super merekomendasikan untuk mengikuti kuliah beliau. :D Untuk mengunjungi blog beliau, silahkan ada diĀ http://rahard.wordpress.com

Pengalaman Jualan di Muslimah Fest 2013

stand powpow

Assalamu’alaikum. Saat ini saya sedang merintis usaha sosis bakar yang namanya PowPow Sosis. Dan kemarin saat acara MuslimahFest di Sabuga, tanggal 30 Januari – 3 Februari 2013, untuk pertama kalinya PowPow jualan di sebuah pameran. Alhamdulillah sukses. :) Banyak pengalaman baru yang saya dapatkan ketika pertama kali berjualan di pameran. Mari kita simak satu-satu.

Loading dan UnloadingĀ Barang

Hehe, yang namanya pameran, saat-saat paling riweuh adalah saat dimana kita loading (memasukkan) barang ke stand di hari pertama dan saat kita unloading (mengeluarkan) kembali barang2 tersebut di hari terakhir pameran. Untuk loading, biasanya dilakukan di H-1. Biasanya pada malam hari. Wah, bayangkan saja betapa ramainya Sabuga malam itu karena lebih dari 50 stand melakukan loading bersamaan. Yang jelas cape ngangkat2, beres2 stand, mengatur layout, dsb. Begitu pula dengan unloading yang dilakukan di malam hari terakhir, ngangkat2 juga. Haha.

Belajar Dari Kompetitor

Yes, untuk pertama kalinya saya berhadapan face to face dengan kompetitor. Tidak hanya satu, tapi kurang lebih ada 5 penjual lain yang juga sama-sama menjual sosis bakar disana. Ada satu nama besar juga yaitu Lekker Hotdog, walaupun produknya hotdog tapi tetap dia menggunakan sosis sebagai bahan utamanya. Stand saya berhadapan langsung dengan Lekker Hotdog ini. Haha. Memang benar bahwa hadirnya kompetitor itu sangat diperlukan dalam bisnis. Why? Karena itulah yang membuat diri kita terus berpacu, terus berpikir kreatif untuk menghadirkan produk yang better than them. Saya pun belajar banyak dari mereka mulai dari bagaimana mereka menggoreng sosisnya, mempackage-nya sampai bentuk alat yang mereka gunakan juga saya amati. :p Insya Allah for the next event, PowPow Sosis jadi lebih matang karena pembelajaran sebelumnya.

Belajar Bersama Partner

Yes, partner dan teman lebih tepatnya saya lebih suka menganggap karyawan PowPow Sosis. Biasanya kalau saya berjualan di CFD dago, itu hanya saya sendiri sebagai operatornya. Tapi di pameran ini, saya meng-hire dua orang untuk menjalankan penjualan. Satu untuk memasak, satu lagi untuk menyiapkan sosisnya. Disini saya belajar untuk membuat sistem dari apa yang telah saya lakukan. Walaupun masih banyak kekurangan tapi saya bersyukur bahwa saat pameran, saya tidak perlu hadir disana untuk terus memantau. Everything ran by system. Awesome!

Menyiapkan Bahan Baku

Proses menyiapkan bahan baku ini biasanya saya lakukan setiap harinya. Jadi, setiap pagi di rumah selama pameran saya menyiapkan bahan bakunya mulai dari sosisnya yang mau dibawa berapa, membuat saos-nya, dan menyiapkan stok barang yang sudah habis di stand. Perjuangannya bisa dikatakan sangat luar biasa ketika itu.

Senang Melihat Produk Laku

Ini bagian yang menyenangkan dari yang namanya jualan yaitu ketika pembeli datang membeli produk. Apalagi kalau mereka merasakan kepuasan dari produk yang kita berikan ke mereka. Wah, senang rasanya. Ini yang terus memacu saya untuk berinovasi dan menjadi lebih baik. Di hari ke-5, alhamdulillah semua stok sosis laku terjual bahkan sebelum pameran selesai. Total kurang lebih 50 – 70 kg sosis terjual. Dahsyat.

Our Stand

stand powpow