Bagaimana Mengurus Surat Numpang Nikah

KUA

Surat numpang nikah ini biasanya dibutuhkan jika salah satu calon berdomisili di tempat yang berbeda dari lokasi pernikahan yang akan dilangsungkan. Ini terjadi pada saya dimana saya tinggal di Bandung sedangkan lokasi pernikahan yang akan berlangsung berada di Bintaro Pondok Indah. Nah, jadi KUA bintaro mensyaratkan adanya surat numpang nikah yang dikeluarkan oleh KUA di tempat saya tinggal. Emang rada aneh sih proses seperti ini. Hehe. Yah, you know lah, Indonesia terkenal dengan administrasi yang belibet. Baiklah saya coba sharing bagaimana cara mengurus surat yang satu ini.

1) Membuat Surat Pengantar RT dan RW

Seperti biasa, proses belibet ini selalu diawali dari membuat surat pengantar yang ditandatangani oleh RT dan RW.

Hal yang harus dipersiapkan:

  • KTP asli (KTP saya, calon istri ga perlu)
  • Kartu Keluarga (KK) asli
  • Lokasi rumah pak RT
  • Lokasi rumah pak RW atau sekretarisnya

Jadi, saya pergi dahulu bertemu pak RT untuk diminta tolong dibuatkan surat pengantar numpang nikah. Biasanya pak RT udah tahu dan udah punya template-nya seperti apa. Setelah dapat surat dan TTD beliau, saya lalu pergi bertamu ke sekretaris pak RW (cowo lho bukan cewe, hehe) untuk dapat TTD RW. Setelah surat pengantar ini jadi dan lengkap TTD-nya, bersiaplah menuju kelurahan.

Hasil dari langkah ini adalah:

  • Surat pengantar dari RT dan RW untuk Kelurahan

Okay baby, lets go to kelurahan :D

2) Membuat Surat Pengantar Kelurahan

Sebelum pergi ke kelurahan, ada beberapa hal yang dipersiapkan:

  • Penampilan rapi, necis dan trendy (ke mall aja rapih, masa ke kelurahan amburadul)
  • KTP (KTP saya, calon istri ga perlu) + fotokopi 2 lembar
  • Kartu Keluarga (KK) + fotokopi 2 lembar
  • Surat pengantar dari RT dan RW (hasil langkah 1 sebelumnya)
  • Lokasi kelurahan sudah harus tahu dimana
  • Kendaraan (motor/mobil/ngangkot). Saya sarankan naik motor biar lebih fleksibel.

Ketika saya mengurus di kelurahan, saya tidak melakukan fotokopi KTP dan KK (mana saya tahu harus fotokopi begituan dulu), akibatnya saya terpaksa cari tempat fotocopy-an. Eugh, saya berpikir kenapa di kelurahan ga disediakan aja mesin fotokopi atau beli printer yang bisa fotokopi (cuma satu jutaan) demi pelayanan ke masyarakat yang lebih baik .

Hasil dari kelurahan adalah:

  • Surat pengantar dari kelurahan untuk KUA (terdiri dari beberapa lembar)
  • Biaya administrasi: 45.000 (bisa buat nonton di bioskop)

3) Mengurus surat di KUA

KUA

KUA di Lokasi Tempat Tinggal Saya

Saya pergi di hari Jum’at dan ketika itu waktu sudah menunjukkan pukul 11.30, waktunya sholat jum’at. Kebetulan letak kantor KUA ada di sebelah Masjid, jadi enak tinggal jalan selesai sholat. Sampai disana, saya menyerahkan surat pengantar dari kelurahan dan ternyata harus di FOTOKOPI dulu. Beuh, intinya kalau mau kemana2 surat harus difotokopi. Dan lagi2 di kantor pemerintah semacam ini tidak disediakan alat fotokopi. Akhirnya saya terpaksa cari tempat fotocopy-an lagi. Yayaya.

Sebelum ke KUA, yang harus dipersiapkan:

  • Surat pengantar dari kelurahan ASLI (hasil langkah 2 sebelumnya) + fotokopi masing2 1 lembar 
  • Informasi nama calon pasangan (suami/istri)
  • Informasi nama Ayah calon pasangan
  • Informasi alamat lengkap tempat tinggal calon pasangan (kelurahannya sama kecamatannya harus tahu)

Jadi pas disana, ditanyain tuh nama calonnya, nama ayahnya sama alamat lengkapnya. Jadi, harus tahu dan dipersiapkan. Jangan sampai salah eja dan salah sebut. Berabe nanti. Prosesnya cepat disini sekitar 20 – 40 menit. Ditunggu aja di KUA-nya sampai suratnya beres.

Hasil dari KUA adalah:

  • Surat pengantar ke KUA lokasi pernikahan
  • Biaya Administrasi: 35.000 (bisa buat nonton lagi)

Surat ini nantinya akan diteruskan ke KUA tempat tinggal calon istri, Bintaro.

Wajib Tahu

Tadinya saya pikir surat numpang nikah ditujukan ke KUA lokasi pernikahan ternyata SALAH. Surat ini ditujukan ke KUA tempat tinggal calon. Mau ente pernikahan di Bekasi, Pulau Seribu or whatever tidak peduli. Justru surat ini nantinya akan diteruskan oleh pihak KUA tempat tinggal calon ke KUA tempat pernikahan.

Kesimpulan

Yep, intinya sih harus sabar dan tekun menjalani proses yang belibet dalam mengurus surat numpang nikah. Terus selalu fotokopi dokumen baik itu KTP, KK, surat pengantar, dll daripada nanti bolak-balik ke tempat fotocopy-an. Demikianlah sedikit tutorial yang mudah2an berguna. Aamiin. Hoho.

 

 

 

 

 

Bagaimana Mencari Lokasi Berjualan di CFD Dago

CFD-Dago

Assalamu’alaikum. Ada yang pernah ke Car Free Day (CFD) Dago? Biasanya saya kesana untuk berolahraga namun beberapa minggu ini saya datang kesana untuk berjualan. Hehe. Hal yang terpenting dalam berjualan adalah memilih lokasi yg tepat. Di CFD Dago, lokasi untuk berjualan termasuk sangat luas dari ujung perempatan TBI sampai bawah perempatan dago. Ternyata untuk memilih lokasi berjualan disini ada tips dan triknya. Silahkan disimak.

Melakukan Survey Terlebih Dahulu

Jadi begini ceritanya, awal saya datang kesana, saya memilih lokasi di perempatan dekat ngopi doeloe. Setelah menyiapkan peralatan, datanglah seorang tukang parkir (or preman maybe) yang mengatakan bahwa tempat saya ini sudah ada yg menempati. Sebenarnya di CFD Dago itu tidak ada yg namanya ngetek tempat tapi untuk menghormati ke sesama penjual yg terlebih dahulu ada maka pada akhirnya saya memutuskan untuk pindah lokasi. Jadi, pastikan dulu sebelum Anda berjualan disana, survey first, lihat lokasi yang masih kosong. Tanya ke penjual samping kiri kanan apakah lokasi tersebut sudah ditempati atau belum. Takutnya pada hari tersebut, si penjual sedang tidak berjualan.

Hindari Lokasi dekat Penjual yang Menjual Produk yg Sama

Nah ini yg paling lucu terjadi pada saat saya pindah ke lokasi berikutnya (lokasi kedua). Lokasi kedua ini terletak dekat pom bensin Petronas. Sesaat kami selesai pindah, ternyata di seberang jalan sudah ada penjual yang menjual produk yg sama. Ibu tersebut tampaknya melihat papan menu yg kami buat. Ibu tersebut melambai ke arah kami. Kemudian saya hampiri dan berbincang ramah ke beliau. Beliau mengutarakan bahwa beliau tidak terlalu suka kita berjualan di seberang karena takut pembeli beliau berkurang alias takut tersaingi. Daripada timbul hubungan yg kurang enak antar penjual, saya memutuskan untuk pindah ke lokasi ketiga. So, saat survey, perhatikan lokasi juga apakah ada penjual yg menjual produk yg sama dengan yang ingin kamu jual.

Membina Hubungan Baik dengan Tetangga Penjual

Saya tiba di lokasi ketiga dimana dua syarat kondisi telah terpenuhi, yaitu tidak ada yg berjualan disitu dan tidak ada penjual dengan produk yg sama di sekitar. Fiuh, finally. Di samping kiri kanan ada beberapa penjual lain yang terlebih dahulu ada. Tentunya terhadap mereka, kita harus ramah. Ibaratnya mereka itu tetangga kita. Sesama penjual harus saling menyayangi dan saling membantu biar rezekinya sama2 berkah. Hehe. Itu saya rasakan ketika saya membutuhkan steples, mereka meminjamkan lalu kita saling dukung juga ketika hujan datang saat berjualan. Pokoknya mantap kalau kita bisa membina hubungan baik dengan tetangga penjual kita. Anyway, ternyata ada hikmahnya kita diusir dari dua lokasi sebelumnya karena lokasi ketiga ini adalah lokasi terbaik yg kita dapatkan karena tepat di bawah pohon besar. Adem kalau lagi panas dan tidak terlalu kehujanan saat hujan. Selain itu ada toiletnya karena tepat di belakang ada gedung yg toiletnya dibuka. Hihi. Alhamdulillah sampai saat ini, lokasi ketiga ini selalu kita yang tempati.

Siapkan Uang 5000

Eit eit eit siapa bilang gratis jualan di CFD Dago. Ada pungutannya juga tapi alhamdulillah tidak banyak jumlahnya cuma GOCENG alias 5000 rupiah. Ada dua pihak yang meminta pungutan, yang pertama dari preman sebesar 3000 dan dari kebersihan sebesar 2000. Nah, nanti orang2 ini akan datang ke tempat jualan kamu untuk menagih uangnya. Just give it to them. :)

Finally

Mungkin itu beberapa tips untuk mencari lokasi berjualan di CFD Dago. Kurang lebih mungkin sama untuk CFD-CFD yg lain. Semoga bermanfaat buat yang sedang semangat berjualan. Aamiin.