It is a Story about My Love Part III

thing-called-love

Alright, artikel kali ini merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya yang bercerita tentang kisah cinta saya di SMP. Setelah SMP, maka saya pun masuk SMA (ya iyalah masa langsung kuliah). Hehe. Preview dulu sebelum masuk ke inti ceritanya. Masa SMA saya dihabiskan di SMAN 81 Jakarta Timur. Saat itu merupakan SMA unggulan no-2 di Jakarta. Nomor satunya masih dipegang oleh SMA 8 (sekolahnya abang saya, Nicholas Saputra). Senang saya sekali saya bisa masuk ke salah satu sekolah terbaik ketika itu dan memiliki harapan bisa mendapatkan banyak pengalaman berharga disana termasuk pengalaman cinta. Okay, let’s the story begin.

Aktif di ROHIS

Masa SMA saya justru bisa dibilang ada kemajuan dibanding saat saya SMP. Saat SMP, aktivitas ROHIS (Kerohanian Islam)  yang berlangsung disana kurang menggema sehingga ketertarikan saya untuk mengikuti kegiatan ROHIS kurang. Bisa dihitung dengan jari jumlah keikutsertaan saya di kegiatan ROHIS SMP.  Beda sekali saat saya bersekolah di SMAN 81, aktivitas ROHIS nya dahsyat sekali. Setiap pagi sebelum masuk kelas, ada aktivitas doa pagi bersama. Bahkan setiap pulang sekolah pun ada kegiatan keagamaan yang lain. Bisa dibilang saya benar-benar ditempa dengan banyak ilmu Islam. Alhamdulillah.

No Percintaan

Kalau banyak orang mengatakan kehidupan SMA itu saatnya pacaran yang lebih serius, maka sayangnya saya tidak mengikuti arus tersebut. Tapi bukan berarti saya tidak jadi suka sama sekali dengan wanita dan beralih suka ke pria *eh. Saat pertama kali masuk ke kelas satu pun, saya suka sama teman wanita sekelas saya yang duduk persis di depan bangku saya. Hehe. Dia cantik dan pintar, that’s why I like her. Selain karena aktivitas di ROHIS, pengalaman masa lalu di SMP juga membuat saya agak kurang antusias dalam menjalin hubungan lagi.

Saat SMA, saya teringat satu skandal yang terjadi yaitu kepergoknya teman saya berciuman bibir dengan pacarnya di kelas. Saat itu, saya cuma melongo sambil memikirkan apakah enak ciuman bibir itu. Hehe. (maklum masih masa pertumbuhan). Lama mengikuti kegiatan ROHIS, jadi banyak tahu tentang hukum pacaran yaitu tidak boleh karena banyak mudharatnya dibanding kebaikannya. Tapi ada satu yang lucu saat itu. Ketua ROHIS yang masih merupakan teman saya tiba-tiba mengundurkan diri dengan alasan yang kurang jelas. Selidik demi selidik ternyata dia baru saja mengikrarkan suatu hubungan pacaran dengan seorang wanita dari kelas lain. Peristiwa ini cukup mengguncang dunia ROHIS di SMAN 81 sehingga kepemimpinan diambil alih oleh wakilnya saat itu.

Tembaaak

Hampir dua tahun lebih tidak merasakan indahnya cinta dan memendam terus perasaan suka akhirnya saat kelas 3, saya menyatakan perasaan saya terhadap wanita yang pernah saya suka saat kelas 1 dulu. Kebetulan kita sekelas lagi di kelas 3. Jadilah saya menembak dia padahal di sisi lain saya tahu bahwa dia sedang berhubungan dengan pria lain. I didn’t know kenapa saya tetap nekat menyatakan cinta. Mungkin saat itu saya berpikiran lebih baik diungkapkan saja dibanding harus ditahan terus. Gimana hasilnya? Tentu saja tidak ada kelanjutan. Hehe. Walaupun masa SMA saya bisa dibilang tidak menjadi pria populer dibandingkan masa SMP, ternyata masih ada adik2 kelas yang ternyata memperhatikan saya. Alhamdulillah daripada tidak ada sama sekali. Hehe. Namun, saat itu fokusnya udah lebih ke arah masuk universitas jadi harus giat belajar (*shaaah) jadi saya kurang memberikan perhatian balik ke para fans adik2 kelas.

Finally

Begitulah kisah cinta saya di SMA. Bisa dibilang spesial karena kisah jomblonya saya mendominasi hampir sepanjang saya bersekolah disana. Yang ada hanyalah rasa mencinta dalam diam yang akhirnya keluar juga di kelas 3. Anyway, banyak juga pelajaran dari ROHIS yang saya dapat seperti pacaran dilarang terus salaman tidak boleh dengan akhwat. Bahkan saya pernah baca lebih baik menggenggam batu neraka yang panas dibanding harus bersentuhan/bersalaman dengan wanita bukan muhrim. Hingga saat ini, insya Allah saya masih terngiang2 dengan hadits tersebut dan insya Allah tetap istiqomah menjaga diri. Sayangnya tidak dengan pacaran, saat kuliah saya memulai kembali petualangan asmara saya dan sempat satu kali jadian. Bagaimana kisahnya? Simak di tulisan saya berikutnya.

Leave a Reply