Liburan ke Singapura: Persiapan (1)

Fiuh, lama tidak menulis. Hehe. Tulisan kali ini saya akan sharing tentang liburan saya di Singapura. Kota yang satu ini dari dulu selalu menarik hati saya untuk dikunjungi namun waktunya selalu belum pas. Alhamdulillah baru kemarin 28 Maret 2014, saya berkesempatan pergi kesana. Sendirian? Oh tentu tidak, saya bersama istri tercinta dong. Hehe.

Motivasi ke Singapura

Motivasi utama adalah karena Holiday Inn. Lho, kok tiba2 ngomongin Holiday Inn? Hehe, inilah penyebab utama saya dan istri pergi ke Singapura. Kita dapat voucher menginap disana. Haha. Berhubung batas waktunya hanya sampai bulan April oleh karena itu kita buru2 pesan tiket pesawat ke Singapura.

Motivasi kedua tentu saja ingin jalan2 dan getting new experiences. Berada di negeri orang nun jauh disana serta merasakan atmosfer kota yang berbeda dengan kota-kota di Indonesia itu seru sekali. Ditambah lagi Singapura punya banyak destinasi wisata yang menarik. Jadi bikin kita gregetan dan berdegup kencang. #lebay

Beli Tiket di Tiger Air

tigerair-id-logo

Kenapa Tiger Air? Karena waktu itu, harga tiketnya lebih murah dibandingkan Air Asia. Saya pun sebenarnya juga belum pernah terbang pakai maskapai ini jadi sekalian ingin mencobanya.

Pengalaman buruk menggunakan maskapai ini adalah jadwal kepulangan saya kembali ke Indonesia diundur menjadi satu hari. Seharusnya saya pulang tanggal 31 Maret tapi diundur jadi tanggal 1 April. Dan prosesnya untuk komplain supaya tetap di tanggal 31 Maret butuh waktu lama (> 2 mingguan) dan itupun gagal. Saya tetap pulang di tanggal 1 April. Bad experience and prefer use Air Asia next time. Hikmah baiknya adalah waktu jalan2 jadi bertambah. Haha.

Baca Referensi tentang Singapura

Mau ke negeri orang tanpa informasi sedikitpun adalah suatu kesalahan yang fatal. Makanya saya dan istri mulai banyak membaca informasi tentang Singapura. Saya paling banyak membaca tentang tulisan para blogger yg sharing tentang perjalanannya di Singapura. Dari situ saya banyak dapat informasi dan tips yang menarik. Saya bahkan menyusun ittenary berdasarkan informasi tersebut. Dalam waktu liburan selama 5 hari 4 malam, saya mengotak atik destinasi tujuan yg ada di Singapura supaya waktu dan budget-nya pas.

Pakai Evernote, Google Keep dan Wunderlist

Tiga mahluk apa ini? Haha. Mereka adalah tiga software andalan saya sehari-hari. Saat persiapan ke Singapura pun, saya tetap menggunakan mereka. Tiga aplikasi ini tersedia untuk komputer desktop, tablet dan juga smartphone. Jadi komplit abis. Liburan itu harus cerdas udah bukan zamannya lagi pakai kertas. Digital lebih baik. Hehe.

Evernote

Evernote saya gunakan untuk menyimpan informasi ittenary, informasi alamat penginapan dan informasi penting lainnya. Selain itu saya dan istri bisa saling share informasi tersebut karena di Evernote ada fitur share. Mantap kan.

evernote-singapura

Evernote

Google Keep

Salah satu kelemahan evernote adalah tidak bisa mengakses gambar jika dalam keadaan tidak terhubung ke internet kecuali jika jadi user premium. Tidak ada yang menjamin saya bisa mengakses internet ketika saya berada di Singapura. Oleh karena itu, saya mengakalinya dengan menyimpan gambar di Google Keep. Walaupun offline, Google Keep tetap bisa mengakses gambar yg disimpan. Gambar2 penting yg saya simpan antara lain:

  • Jalur kereta MRT
  • Peta penginapan Holiday Inn Express
  • Peta destinasi yang mau kita kunjungi
  • Gambar2 lainnya seperti foto tiket pesawat
google-keep-singapore

Google Keep

Wunderlist

Wunderlist adalah software manajemen todo. Saya dan istri menggunakannya untuk persiapan seperti membuat list barang2 yang dibawa, list dokumen yang harus disiapkan, dsb. Wunderlist juga punya fitur share sehingga saya dan istri bisa saling melihat apa yang harus disiapkan sebelum berangkat.

Saat di Airport

Saya menggunakan taksi untuk pergi ke airport yang memang sudah dipesan satu hari sebelumnya. Penerbangan pagi pukul 05.30 dan sampai pukul 08.30 waktu Singapura (beda sejam dari waktu Jakarta).

Pas checkin, saya benar2 lupa bahwa kalau di airport cengkareng itu ada airport tax dimana satu orang penumpang harus membayar 150.000 jadi berdua totalnya 300.000 untuk bisa pergi ke Singapura. Asem! untungnya bawa uang cash rupiah. Dan pas balik dari Singapura ga ada airport tax segala. Macam2 aja ini airport Indonesia.

Pemeriksaan Imigrasi

Eng ing eng, ternyata saya dan istri masih punya satu botol minum yg ada airnya sehingga saat pemeriksaan, terpaksa saya dan istri menghabiskannya. Hehe. Sebenarnya di awal saya sudah tahu bahwa tidak boleh ada cairan, tapi berhubung itu untuk minum obat jadi tetap saya isi botol air minumnya. Selesai imigrasi, tinggal menunggu pesawat datang di ruang tunggu :)

Penutup Persiapan

Sekian beberapa cerita tentang persiapan menuju Singapura. Next, saya akan share tentang perjalanan di hari pertama saat saya berada di Singapura.

 

 

Leave a Reply