Selingkuh? Boleh-Boleh Saja*

selingkuh-1

Hoho. Pernyataan menarik ini keluar dari mulut saya. Selingkuh? Boleh-boleh saja*. Eits, tentu ada syarat dan ketentuan berlaku (tuh ada tanda bintangnya). Haha. Saya jadi tertarik membahas perselingkuhan karena ada teman saya yang khawatir kekasih hatinya berselingkuh (lagi). Kebetulan mereka sedang LDR dan saat ini sang kekasih sedang berada nun jauh disana dikelilingi oleh bidadari2 cantik yang menawan hati (baca: pramugari). Selingkuh sebenarnya boleh apa ngga sih. Tergantung lho, so simak kelanjutannya dibawah ini.

Selingkuh Saat Pacaran? Boleh!

Pacaran terus selingkuh? IMHO, boleh2 saja. Kenapa? karena tidak ada dasar hukum yang melarang selingkuh saat pacaran. Tujuan awal pacaran apa hayo? Mencari pasangan yang terbaik untuk kita nikahi bukan. Kalau saat kamu pacaran ternyata kamu menemukan pasangan yang lebih baik lagi, kenapa ngga kamu kejar dia. Mumpung belum menikah jadi masih boleh2 saja. Pacaran itu memang proses yang salah sebenarnya untuk mencari pasangan hidup. Bayangkan, untuk mengenal siapa pasangan kita sampai ada yang berpacaran bertahun2. Lamaaa. Belum tentu nikah juga. Ada yang pacaran lama eh ga taunya putus. Udah saling cinta terus putus then mati bunuh diri. Banyak kan kasus seperti itu. Risiko berselingkuh saat pacaran adalah ada pihak yang tersakiti. Itu pasti. Saya gini-gini pernah diselingkuhi jadi tahu rasanya bagaimana. Wekeke. Yah, mau bagaimana lagi itulah risiko menjalin hubungan pacaran, suatu hubungan yang tingkat keagungannya lebih rendah dibanding menikah.

Pacaran ga efektif dan terlalu bertele-tele. Saya berani bilang begini karena saya telah mengalami beberapa kali proses pacaran. Hihi. Di agama Islam, solusi untuk mengganti pacaran adalah melalui proses Taaruf. Prosesnya lebih efektif dan lebih disukai oleh Allah. Saya berani bilang begitu karena saya juga telah mengalami proses taaruf. Hihi (lagi). Walaupun proses taaruf saya tidak sampai ke pernikahan, insya Allah setiap langkahnya disukai oleh Allah. Aamiin.

Simak tweet-tweet keren dari ust Felix Siauw tentang pacaran dan taaruf

Masih Pacaran? Udah Putusin Aja

Khitbah! Taaruf Bagi Yang Siap!

Ta’aruf; Bagai Beli Kucing Dalam Karung?

Selingkuh Saat Sudah Menikah? No No No!

Ini nih yang ga boleh, selingkuh saat sudah menikah. Allah pasti ga suka kalau kita berbuat seperti ini. Lalu, bagaimana jika pasangan yang kita nikahi jauh dari harapan? Poligami dong *eh Ya, bersabarlah. Jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu. Hehe. Yayaya, itulah indahnya pernikahan bagaimana kita harus bisa saling mengisi, saling menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tapi ingat bukan berarti saat menikah itu kita menerima calon pasangan kita APA ADANYA. Jangan mau pasangan seperti itu. Cari pasangan yang MAU BELAJAR MENJADI LEBIH BAIK BERSAMA-SAMA. Nah, itu baru Joss.

Pasangan sah after nikah itu adalah pasangan yang harus kita cintai sepanjang masa. Lihat deh bagaimana pak Habibie dan ibu Ainun saling mencintai. Sungguh indah. Very beautiful kan. Untuk menciptakan hal itu, kita harus selalu belajar menjadi pribadi yang terbaik dan ternyaman untuk pasangan kita. Insya Allah, hal tersebut akan mudah diciptakan. Kadang saya merasa seperti beromong kosong menulis tentang pernikahan wong saya belum pernah merasakannya. Tapi ga apalah. Itu sedikit ilmu yang saya dapat dari seminar pernikahan yang pernah saya ikuti. Wekeke.

Finally

Hehe, jadi kesimpulannya adalah selingkuh itu boleh2 saja asalkan status kamu masih belum menikah. Hidup berselingkuh!

*Syarat dan ketentuan berlaku

 

 

 

1 Comments

  1. Hahahaha.. Bener juga ya bugan XD Salah siapa pacaran, bukannya nikah :))

    Ni eta kalo baca pasti seneng deh, kya semacam dapet pembenaran gt, wkwkwk..

    Reply

Leave a Reply